SeLAmat DataNg Loph u fuLL
Kamis, 29 Desember 2011
Puisi WS Rendra
Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta – WS Rendra
Pelacur-pelacur Kota Jakarta
Dari kelas tinggi dan kelas rendah
Telah diganyang
Telah haru-biru
Mereka kecut
Keder
Terhina dan tersipu-sipu
Pelacur-pelacur Kota JakartaDari kelas tinggi dan kelas rendah
Telah diganyang
Telah haru-biru
Mereka kecut
Keder
Terhina dan tersipu-sipu
Sesalkan mana yang mesti kausesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kaurelakan dirimu dibikin korban
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kaurelakan dirimu dibikin korban
Wahai pelacur-pelacur kota Jakarta
Sekarang bangkitlah
Sanggul kembali rambutmu
Karena setelah menyesal
Datanglah kini giliranmu
Bukan untuk membela diri melulu
Tapi untuk lancarkan serangan
Karena
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
Tapi jangan kaurela dibikin korban
Sekarang bangkitlah
Sanggul kembali rambutmu
Karena setelah menyesal
Datanglah kini giliranmu
Bukan untuk membela diri melulu
Tapi untuk lancarkan serangan
Karena
Sesalkan mana yang mesti kau sesalkan
Tapi jangan kaurela dibikin korban
Sarinah
Katakan kepada mereka
Bagaimana kau dipanggil ke kantor menteri
Bagaimana ia bicara panjang lebar kepadamu
Tentang perjuangan nusa bangsa
Dan tiba-tiba tanpa ujung pangkal
Ia sebut kau inspirasi revolusi
Sambil ia buka kutangmu
Katakan kepada mereka
Bagaimana kau dipanggil ke kantor menteri
Bagaimana ia bicara panjang lebar kepadamu
Tentang perjuangan nusa bangsa
Dan tiba-tiba tanpa ujung pangkal
Ia sebut kau inspirasi revolusi
Sambil ia buka kutangmu
Dan kau Dasima
Khabarkan pada rakyat
Bagaimana para pemimpin revolusi
Secara bergiliran memelukmu
Bicara tentang kemakmuran rakyat dan api revolusi
Sambil celananya basah
Dan tubuhnya lemas
Terkapai disampingmu
Ototnya keburu tak berdaya
Khabarkan pada rakyat
Bagaimana para pemimpin revolusi
Secara bergiliran memelukmu
Bicara tentang kemakmuran rakyat dan api revolusi
Sambil celananya basah
Dan tubuhnya lemas
Terkapai disampingmu
Ototnya keburu tak berdaya
Politisi dan pegawai tinggi
Adalah caluk yang rapi
Kongres-kongres dan konferensi
Tak pernah berjalan tanpa kalian
Kalian tak pernah bisa bilang ‘tidak’
Lantaran kelaparan yang menakutkan
Kemiskinan yang mengekang
Dan telah lama sia-sia cari kerja
Ijazah sekolah tanpa guna
Para kepala jawatan
Akan membuka kesempatan
Kalau kau membuka kesempatan
Kalau kau membuka paha
Sedang diluar pemerintahan
Perusahaan-perusahaan macet
Lapangan kerja tak ada
Revolusi para pemimpin
Adalah revolusi dewa-dewa
Mereka berjuang untuk syurga
Dan tidak untuk bumi
Revolusi dewa-dewa
Tak pernah menghasilkan
Lebih banyak lapangan kerja
Bagi rakyatnya
Kalian adalah sebahagian kaum penganggur yang mereka ciptakan
Namun
Sesalkan mana yang kau kausesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kau rela dibikin korban
Pelacur-pelacur kota Jakarta
Berhentilah tersipu-sipu
Ketika kubaca di koran
Bagaimana badut-badut mengganyang kalian
Menuduh kalian sumber bencana negara
Aku jadi murka
Kalian adalah temanku
Ini tak bisa dibiarkan
Astaga
Mulut-mulut badut
Mulut-mulut yang latah bahkan seks mereka politikkan
Adalah caluk yang rapi
Kongres-kongres dan konferensi
Tak pernah berjalan tanpa kalian
Kalian tak pernah bisa bilang ‘tidak’
Lantaran kelaparan yang menakutkan
Kemiskinan yang mengekang
Dan telah lama sia-sia cari kerja
Ijazah sekolah tanpa guna
Para kepala jawatan
Akan membuka kesempatan
Kalau kau membuka kesempatan
Kalau kau membuka paha
Sedang diluar pemerintahan
Perusahaan-perusahaan macet
Lapangan kerja tak ada
Revolusi para pemimpin
Adalah revolusi dewa-dewa
Mereka berjuang untuk syurga
Dan tidak untuk bumi
Revolusi dewa-dewa
Tak pernah menghasilkan
Lebih banyak lapangan kerja
Bagi rakyatnya
Kalian adalah sebahagian kaum penganggur yang mereka ciptakan
Namun
Sesalkan mana yang kau kausesalkan
Tapi jangan kau lewat putus asa
Dan kau rela dibikin korban
Pelacur-pelacur kota Jakarta
Berhentilah tersipu-sipu
Ketika kubaca di koran
Bagaimana badut-badut mengganyang kalian
Menuduh kalian sumber bencana negara
Aku jadi murka
Kalian adalah temanku
Ini tak bisa dibiarkan
Astaga
Mulut-mulut badut
Mulut-mulut yang latah bahkan seks mereka politikkan
Saudari-saudariku
Membubarkan kalian
Tidak semudah membubarkan partai politik
Mereka harus beri kalian kerja
Mereka harus pulihkan darjat kalian
Mereka harus ikut memikul kesalahan
Membubarkan kalian
Tidak semudah membubarkan partai politik
Mereka harus beri kalian kerja
Mereka harus pulihkan darjat kalian
Mereka harus ikut memikul kesalahan
Saudari-saudariku. Bersatulah
Ambillah galah
Kibarkan kutang-kutangmu dihujungnya
Araklah keliling kota
Sebagai panji yang telah mereka nodai
Kinilah giliranmu menuntut
Katakanlah kepada mereka
Menganjurkan mengganyang pelacuran
Tanpa menganjurkan
Mengahwini para bekas pelacur
Adalah omong kosong
Ambillah galah
Kibarkan kutang-kutangmu dihujungnya
Araklah keliling kota
Sebagai panji yang telah mereka nodai
Kinilah giliranmu menuntut
Katakanlah kepada mereka
Menganjurkan mengganyang pelacuran
Tanpa menganjurkan
Mengahwini para bekas pelacur
Adalah omong kosong
Pelacur-pelacur kota Jakarta
Saudari-saudariku
Jangan melulur keder pada lelaki
Dengan mudah
Kalian bisa telanjangi kaum palsu
Naikkan tarifmu dua kali
Dan mereka akan klabakan
Mogoklah satu bulan
Dan mereka akan puyeng
Lalu mereka akan berzina
Dengan isteri saudaranya.
Saudari-saudariku
Jangan melulur keder pada lelaki
Dengan mudah
Kalian bisa telanjangi kaum palsu
Naikkan tarifmu dua kali
Dan mereka akan klabakan
Mogoklah satu bulan
Dan mereka akan puyeng
Lalu mereka akan berzina
Dengan isteri saudaranya.
Senin, 26 Desember 2011
Minggu, 25 Desember 2011
PUISI
Karena KasihmuKarya : Amir Hamzah
Karena kasihmuEngkau tentukan waktuSehari lima kali kita bertemu
Aku angankan rupamuKulebih sekaliSebelum cuaca menali sutera
Berulang-ulang kuminta-minta!Terus-menerus kurasa-rasakanSampai sekarang tiada tercapaiHasrat sukma idaman badan
Pujiku dikau laguan kawiDatang turun dari datukuDi ujung lidah engkau letakkanPintu teruna di tengah gembala
Sunyi sepi pitunang poyangTidak meretak dendang dambakuLayang lagu tiada melagsinHarum gemerincing genta rebana
Hatiku, hatikuHatiku sayang tiada bahagiaHatiku kecil berduka rayaHilang ia yang dilihatnya
Kamis, 22 Desember 2011
TuLisaN si Mitha
“Aku Pelampiasanmu”
Aku adalah seorang cewek yang baik, ramah kepada siapa saja tetapi Aku adalah cewek yang selalu bermasalah dengan cinta. Karena Aku yang masih belum mengerti tentang cinta. Cinta yang kutau, cinta untuk Ayah Ibuku, cinta untuk saudara-saudaraku, cinta untuk Tuhanku, dan cinta untuk sahabat-sahabatku. Pernah suatu hari aku memiliki seorang pacar bernama Doni ,anaknya baik, perhatian, putih tapi nggak terlalu cakep(J), tapi aku merasa sakit hati karena mengetehui dari temannya bahwa Doni mau pindah sekolah ke luar daerah, akhirnya aku lebih memilih memutuskan hubungan dengannya.
Tiga bulan lamanya, akhirnya Aku melupakan Doni. Tiba-tiba datang adik kelas yang bernama Tito, anaknya lumayan baik, dia atlet renang dan voly . Suatu hari Tito menyatakan perasaannya kepadaku ‘’Kamu mau nggak jadi pacar Aku??’’ lewat sms. Aku pun meminta pendapat kepada teman-temanku “Tito nembak Aku!!terima apa nggak yah,” akhirnya kata temanku terima aja. Akhirnya Aku menjawab iya mau jadi pacarnya. Selang beberapa hari kami pacaran. Tito yang seorang atlet renang sibuk dengan latihan hingga pertandingan renang pun tiba ! saat Aku sms, Tito nggak pernah balas smsku, ternyata hpnya Tito hilang di tempat pertandingan renang. Kami saat itu tidak pernah lagi berkomunikasi. Sampai akhirnya Tito pinjam hp temannya untuk menghubungiku. Setelah insiden hp Tito hilang di tempat pertandingan renang, tak lama kemudian Tito punya hp lagi. Kami pun berkomunikasi kembali, smsan dan telpon-telponan. Saat itu Tito janji mau setia sama aku, tapi seminggu kemudian dia selingkuh dengan mantannya sendiri. Itu pun Aku taunya pas temanku yang namanya Neni pinjam hp Tito, Dia bilang “Mimit putusin aja si Tito, ternyata di belakang kamu Dia CLBK sama mantannya si Vivi.” Mimit pun diam dan nggak percaya akan kesetian Tito yang mengkhianatinya.
Keadaan berubah ketika Aku tau, ternyata Tito hanya menjadikan Aku pelampiasan karena dia pernah dipermainkan oleh sahabatku. Aku sedih, kenapa hal ini bisa terjadi padaku padahal Aku tulus belajar mencintai Tito.
Aku dan Tito sejak saat itu, tidak lagi saling bertegur sapa, walaupun kami berada di satu sekolah yang sama. Dia selalu berusaha untuk menegurku dan memanggilku “Mimit...Mimit…!!” tapi karena Aku yang sakit hati ke Tito, aku tidak pernah menggubrisnya. Sampai suatu hari dia mendapakan kesempatan untuk berbicara denganku, Tito meminta maaf atas memanfaatkan Aku untuk melampiaskan kekesalannya terhadap sahabatku. Aku pun membukakan pintu maaf untuknya. Tapi setiap Aku di kamar, Aku selalu menangis dan berkata dalam hati ‘’Kenapa dia tega memanfaatkan Aku demi pelampiasan kekesalanya terhadap sahabatku.” “Tapi sudahlah, yang lalu biarlah berlalu.” dalam hatiKu. Akhirnya aku rela melihat Tito dan Vivi bahagia, dan aku sudah memaafkan kesalahan Tito kepadaku. Meskipun terkadang sakit bila mengingatnya. Sekarang saatnya memikirkan pelajaran dan masa depan yang cerah untuk hidupku.J
Karya : Ayu Paramitha
Kelas : IX-5
Langganan:
Komentar (Atom)




