“Aku Pelampiasanmu”
Aku adalah seorang cewek yang baik, ramah kepada siapa saja tetapi Aku adalah cewek yang selalu bermasalah dengan cinta. Karena Aku yang masih belum mengerti tentang cinta. Cinta yang kutau, cinta untuk Ayah Ibuku, cinta untuk saudara-saudaraku, cinta untuk Tuhanku, dan cinta untuk sahabat-sahabatku. Pernah suatu hari aku memiliki seorang pacar bernama Doni ,anaknya baik, perhatian, putih tapi nggak terlalu cakep(J), tapi aku merasa sakit hati karena mengetehui dari temannya bahwa Doni mau pindah sekolah ke luar daerah, akhirnya aku lebih memilih memutuskan hubungan dengannya.
Tiga bulan lamanya, akhirnya Aku melupakan Doni. Tiba-tiba datang adik kelas yang bernama Tito, anaknya lumayan baik, dia atlet renang dan voly . Suatu hari Tito menyatakan perasaannya kepadaku ‘’Kamu mau nggak jadi pacar Aku??’’ lewat sms. Aku pun meminta pendapat kepada teman-temanku “Tito nembak Aku!!terima apa nggak yah,” akhirnya kata temanku terima aja. Akhirnya Aku menjawab iya mau jadi pacarnya. Selang beberapa hari kami pacaran. Tito yang seorang atlet renang sibuk dengan latihan hingga pertandingan renang pun tiba ! saat Aku sms, Tito nggak pernah balas smsku, ternyata hpnya Tito hilang di tempat pertandingan renang. Kami saat itu tidak pernah lagi berkomunikasi. Sampai akhirnya Tito pinjam hp temannya untuk menghubungiku. Setelah insiden hp Tito hilang di tempat pertandingan renang, tak lama kemudian Tito punya hp lagi. Kami pun berkomunikasi kembali, smsan dan telpon-telponan. Saat itu Tito janji mau setia sama aku, tapi seminggu kemudian dia selingkuh dengan mantannya sendiri. Itu pun Aku taunya pas temanku yang namanya Neni pinjam hp Tito, Dia bilang “Mimit putusin aja si Tito, ternyata di belakang kamu Dia CLBK sama mantannya si Vivi.” Mimit pun diam dan nggak percaya akan kesetian Tito yang mengkhianatinya.
Keadaan berubah ketika Aku tau, ternyata Tito hanya menjadikan Aku pelampiasan karena dia pernah dipermainkan oleh sahabatku. Aku sedih, kenapa hal ini bisa terjadi padaku padahal Aku tulus belajar mencintai Tito.
Aku dan Tito sejak saat itu, tidak lagi saling bertegur sapa, walaupun kami berada di satu sekolah yang sama. Dia selalu berusaha untuk menegurku dan memanggilku “Mimit...Mimit…!!” tapi karena Aku yang sakit hati ke Tito, aku tidak pernah menggubrisnya. Sampai suatu hari dia mendapakan kesempatan untuk berbicara denganku, Tito meminta maaf atas memanfaatkan Aku untuk melampiaskan kekesalannya terhadap sahabatku. Aku pun membukakan pintu maaf untuknya. Tapi setiap Aku di kamar, Aku selalu menangis dan berkata dalam hati ‘’Kenapa dia tega memanfaatkan Aku demi pelampiasan kekesalanya terhadap sahabatku.” “Tapi sudahlah, yang lalu biarlah berlalu.” dalam hatiKu. Akhirnya aku rela melihat Tito dan Vivi bahagia, dan aku sudah memaafkan kesalahan Tito kepadaku. Meskipun terkadang sakit bila mengingatnya. Sekarang saatnya memikirkan pelajaran dan masa depan yang cerah untuk hidupku.J
Karya : Ayu Paramitha
Kelas : IX-5
Tidak ada komentar:
Posting Komentar